Klinik Nyeri Dr Indrajana

HNP Lumbal L5-S1, Kenali Gejalanya dan Pengobatan Terkini

HNP lumbal L5-S1 memiliki gejala yang khas dan kadangkala dapat mengganggu aktivitas hariannya. Apa hnp bisa sembuh dan penyakit hnp apakah berbahaya, semuanya bergantung pada ringan beratnya jepitan, hasil pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan radiologis seperti MRI.

Struktur Tulang Belakang Manusia

Tulang belakang terdiri dari 33 ruas tulang terdiri dari 7 ruas tulang leher (cervicalis/C1-C7), 12 ruas tulang punggung (thoracalis/T1-T12), 5 ruas tulang pinggang (lumbalis, L1-L5), 5 ruas tulang kelangkang (sacrum/S1-S5) dan 4 ruas tulang ekor (coccygeum).

Fungsi tulang belakang sangat bermanfaat terhadap kegiatan sehari-hari manusia. Yang paling utama adalah sebagai penopang tubuh agar dapat tegak berdiri dan lainnya seperti sebagai penopang kepala, bahu, dan tubuh manusia agar dapat tegak, dan agar dapat beraktivitas secara fleksibel misalnya duduk, berjalan/bergerak. Peran besar lainnya adalah juga sebagai pelindung sumsum tulang belakang agar terhindar dari cedera.

HNP Lumbal L5-S1

HNP atau herniated nucleus pulposus (herniasi nucleus pulposus) merupakan istilah medis dari saraf kejepit. Kondisi ini seringnya mengenai level L4-L5-S1 karena merupakan titik bertumpunya tubuh.

Di antara tulang belakang terdapat bantalan tulang yang berbahan seperti jelly. Bantalan antartulang (diskus intervertebralis) ini layaknya peredam kejut atau shock absorber agar dapat menahan benturan keras.

Pada HNP L5-S1 atau saraf kejepit di pinggang masalahnya ada pada diskus intervertebralis L5-S1 yang menonjol dan menjepit saraf tulang belakang sehingga memunculkan gejala-gejala yang terkait. Dikatakan hnp lumbal L5-S1 menunjukkan jepitan saraf di level L5 dan S1 atau lumbal dan sacrum

Gambar hnp lumbal L5-S1 dapat digunakan dokter untuk menjelaskan bantalan tulang yang menonjol dan menjepit saraf tulang belakang.

Jadi saraf kejepit penyebab rasa nyeri pada area bokong, paha belakang, betis, tumit bahkan sampai ke telapak kaki. Pada derajat yang berat, terganggunya buang air kecil dan buang air besar bahkan kelumpuhan bisa terjadi apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab HNP Lumbal L5-S1

Bantalan tulang dapat mengalami perubahan akibat aktivitas harian atau perubahan akibat bertambahnya usia.

Penyebab munculnya gejala yang terkait dengan HNP lumbal L5-S1 antara lain:

1.Proses degeneratif bisa terjadi seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Kandungan air pada diskus intervertebralis juga akan mengalami penyusutan akibat berkurangnya kadar air di dalamnya, dan tidak lagi elastis saat usia masih muda.

2.Proses traumatik atau cedera juga dapat berdampak negatif pada ruas tulang belakang. Cedera akibat jatuh baik saat olahraga atau kecelakaan bermotor.

Gerakan berulang, seperti membungkuk, rotasi, sering mengangkat beban berat tanpa menjaga postur tubuh, dapat memberikan beban atau tekanan pada bantalan tulang. Bila hal ini berlangsung terus, dapat merusak struktur tulang belakang termasuk bantalan tulang atau diskus intervertebralis.

Apa ciri cirinya syaraf kejepit memang sangat khas. Bila saraf kejepit lumbal atau saraf kejepit pinggang antara lain kesemutan, kebas/baal yang menjalar sampai ke telapak kaki. Nyeri juga bisa muncul yang juga menjalar dari pinggang hingga bokong dan kaki. Khas sekali saraf kejepit pinggang memunculkan gejala hanya di salah satu sisi saja.

Apakah saraf kejepit boleh gym juga menjadi pertanyaan saat berkonsultasi dengan dokter. Bila hasil MRI sudah menunjukkan adanya bantalan tulang yang menonjol dan menjepit saraf tulang belakang, bila tetap sering mengangkat beban berat dan banyak membungkuk bisa memperburuk kondisi.

 Kondisi hnp lumbal L5-S1 yang dibiarkan, lama kelamaan bisa berdampak negatif terhadap kualitas hidup karena tidak bisa lagi bebas bergerak.

Apa pantangan syaraf kejepit juga perlu dipahami agar tidak memperburuk kondisi hnp lumbal L5-S1. Mengurangi aktivitas seperti angkat beban berat, turun naik tangga, banyak membungkuk, menjadi salah satu pantangannya.

HNP lumbal MRI dapat membantu dokter menegakkan diagnosis saraf kejepit dan menentukan pengobatan yang tepat agar tidak terjadi kelumpuhan.

Pengobatan Tanpa Operasi

Kini saraf kejepit L5-S1 dapat sembuh tanpa operasi, dengan endoskopi tulang belakang terbaru yakni BESS.

BESS memang menggunakan dua sayatan namun hal ini lebih bermanfaat karena dapat memperluas lapang pandang dokter saat mengambil bantalan tulang yang menonjol. Sayatannya hanya sepanjang kira-kira 7 mm saja. BESS adalah biportal endoscopic spine surgery.

 

 

Artikel Terkait